Tahap dan Cara Pemakaian Kain Ihram Yang Benar

Kain Ihram adalah salah satu barang yang wajib disiapkan kaum Muslimin calon haji sebelum berangkat umrah dan haji. Pakaian ihram dalam Haji Umrah wajib dikenakan. Tanpa mengenakan pakaian ihram, maka ihramnya menjadi batal. Seorang calon haji sebaiknya menyiapkan pakaian ihram sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Cara Pakai Kain Ihram
Cara Pakai Kain Ihram

Pakaian ihram ini adalah dua lembar kain yang tidak boleh ada jahitannya. Dan memang hanya dua lembar kain ini yang boleh dikenakan untuk menutupi tubuh. Dari kedua lembar kain ini, yang satu digunakan sebagai selendang untuk menutupi tubuh bagian bawah dan yang satunya lagi untuk menutupi tubuh bagian atas.

Untuk calon jamaah yang belum pernah melaksanakan ibadah haji atau umroh, mungkin berpikir keras bagaimana mengenakan ihram yang benar sehingga tidak akan mengganggu ibadah di tanah suci, hal ini sangat dimengerti karena keharusan untuk tidak mengenakan pakaian dalam. Akan sangat tidak baik bila sampai kain ihram tersebut lepas dari ikatannya.

Berikut tahap - tahap yang diperlukan dalam memakai kain ihram.

  1. Yang perlu diperhatikan saat hendak mengenakan kain ihram, pastikan kain bagian bawah adalah kain yang lebih tebal atau lebih panjang dari kain untuk bagian atas. Pengalaman membuktikan, kain yang terlalu panjang di bagian atas akan menyulitkan kita untuk sholat.
  2. Sebelum memakai kain ihram, kita harus mandi besar/junub dan diniatkan untuk mandi berihram.
  3. Jangan lupa melepas ‘dalaman’, karena terlarang bagi kaum laki-laki mengenakan underwear saat mengenakan kain ihram.
  4. Saat memakai kain ihram, posisi kedua kaki sebaiknya dibentangkan. Tidak terlalu lebar, namun kira-kira bila kita membentangkan kaki kain ihram masih bisa menutupi aurat kita. Bila dipakai ukuran pribadi, kira-kira sedikit lebih lebar dari bentangan bahu kita.
  5. Pusar adalah batas atas aurat laki-laki. Sebaiknya mengenakan kain ihram ini melewati pusar, jangan sampai pusar kita kelihatan. Batas bawahnya adalah lutut namun tidak menutupi mata kaki. Jadi ukuran ideal adalah dari atas pusar sampai betis.
  6. Boleh mengenakan sabuk untuk mengencangkan balutan kain bagian bawah.
  7. Saat tawaf, bahu sebelah kanan harus dibuka. Kain bagian atas yang tadinya menutup kedua bahu, diselempangkan di bawah ketiak kanan dan dilampirkan di bahu kiri. Namun bila sholat, sebaiknya kedua bahu kembali ditutupi kain ihram.


Salah satu hikmah mengapa setiap jamaah haji mengenakan pakaian ihram adalah agar mereka melepaskan semua atribut keduniaan mereka. Mereka berpakaian sama, tanpa dijahit dan tanpa gaya. Hanya kain panjang yang mereka jadikan sebagai pembungkus tubuh.

Hal itu mengisyaratkan bahwa mereka semuanya sama. Tidak ada tuan atau pelayan. Polisi, petani, pejabat, semuanya berpakaian sama. Jadi, orang yang masih merasa lebih dari orang lain perlu dipertanyakan keihramannya.



Related Post:

 
Update